bentuk – bentuk pemrintahan


Bentuk pemerintahan klasik biasanya menggabungkan bentuk
negara dan bentuk pemerintahan secara bersamaan. Menurut
teori pemerintahan klasik, bentuk pemerintahan dibedakan dari
jumlah pemegang kekuasaan. Biasanya pemegang kekuasaan
adalah mereka dengan kedudukan yang juga tinggi pada
sebuah negara.
Pengertian mengenai bentuk pemerintahan klasik melahirkan
beberapa pengertian menurut para ahli. Bentuk pemerintahan
klasik sendiri pada kenyataannya melahirkan bentuk-bentuk
pemerintahan yang baru, dan bentuk-bentuk pemerintahan
yang baru itulah yang diamini oleh beberapa ahli yang
berbeda. Tokoh terkenal dibalik perbedaan persepsi mengenai
bentuk-bentuk pemerintahan klasik adalah Plato dan
Aristoteles.
Bentuk &ndashbentuk Pemerintahan Klasik Menurut
Plato
Bentuk-bentuk pemerintahan klasik menurut Plato dibedakan
menjadi beberapa bagian. Berikut ini adalah bentuk-bentuk
pemerintahan klasik tersebut.
1. Aristokrasi
Suatu bentuk pemerintahan yang kekuasaannya berada di
tangan sekelompok orang yang dapat mencerminkan rasa
keadilan.
2. Temokrasi
Suatu bentuk pemerintahan yang kekuasaannya dipegang oleh
sekelompok orang yang berlimpah harta (hartawan).
3. Oligarkhi
Suatu bentuk pemerintahan yang kekuasannya dipegang oleh
golongan orang yang dipengaruhi kemewahan atau harta
kekayaan.
4. Demokrasi
Suatu bentuk pemerintahan yang menyerahkan seluruh
kekuasannya kepada rakyat.
5. Tirani
Suatu bentuk pemerintahan yang dipimpin oleh seorang tiran
yang jauh dari rasa keadilan.
Bentuk-bentuk Pemerintahan Klasik Menurut
Aristoteles
Lain Plato lain Aristoteles. Dua pemikir dari zaman Yunani
kuno ini memiliki pembagian yang berbeda dari bentuk-bentuk
pemerintahan klasik. Berikut ini adalah bentuk-bentuk
pemerintahan klasik versi Aristoteles.
1. Monarki
Merupakan bentuk pemerintahan yang kekuasaannya berada
di tangan seorang raja atau kaisar untuk kepentingan umum.
2. Tirani
Merupakan bentuk pemerintahan yang kekuasaannya berada
di tangan satu orang (raja atau kaisar) untuk kepentingan
pribadi.
3. Aristokrasi
Merupakan bentuk pemerintahan suatu negara yang
kekuasaannya berada di tangan kaum yang dianggap paling
baik. Dalam hal ini biasanya adalah kaum bangsawan atau
cendekiawan.
4. Oligarki
Merupakan bentuk pemerintahan suatu negara yang
kekuasaan politiknya dipegang oleh kelompok elit kecil dari
masyarakat, baik dibedakan menurut kekayaan, keluarga, atau
militer. Istilah oligarki diambil dari kata dalam bahasa Yunani,
yaitu oligon yang berarti “sedikit&rdquo dan arkho yang
artinya “memerintah&rdquo.
5. Plutokrasi
Merupakan bentuk pemerintahan yang mendasarkan suatu
kekuasaan atas dasar kekayaan yang dimiliki seseorang.
Dalam plutokrasi, kekuasaan politik hanya bergilir dari satu
orang kaya ke orang kaya lainnya.
Plutokrasi diambil dari kata dalam bahasa Yunani, yaitu
ploutos yang berarti “kekayaan&rdquo dan kratos yang berarti
“kekuasaan&rdquo. Riwayat keterlibatan kaum hartawan
dalam politik kekuasaan memang berawal di kota Yunani,
untuk kemudian diikuti di kawasan Genova, Italia.
6. Politeia
Merupakan bentuk pemerintahan yang kekuasaannya dipegang
oleh banyak orang demi kepentingan umum.
7. Demokrasi
Merupakan bentuk pemerintahan, di mana kekuasaan
tertingginya berada di tangan rakyat.
Perbedaan pandangan mengenai bentuk-bentuk pemerintahan
klasik antara Plato dan Aristoteles terlihat pada jumlah bentuk
pemerintahan klasik itu sendiri.
Bentuk-bentuk Pemerintahan Modern
Bentuk-bentuk pemerintahan selepas masa pemerintahan
klasik adalah pemerintahan modern. Pemerintahan modern
tentu saja sudah mengalami perubahan yang cukup jauh dari
bentuk pemerintahaan klasik. Berikut ini adalah bentuk-bentuk
pemerintahan modern yang cukup banyak diterapkan di
berbagai negara. Salah satunya Indonesia.
1. Monarki
Bentuk-bentuk pemerintahan modern melahirkan sebuah
bentuk pemerintahan yang baru, bernama Monarki. Bentuk
pemerintahan Monarki sendiri kemudian dibedakan lagi
menjadi bentuk-bentuk pemerintahan Monarki lainnya. Yaitu:
Monarki Absolut
Monarki Absolut merupakan bentuk pemerintahan suatu
negara yang dipimpin oleh seorang (raja, ratu, kaisar, syah).
Dalam monarki absolut, kekuasaan pemimpin tidak terbatas.
Bentuk pemerintahan ini pernah dijalankan oleh Raja Louis XIV
di Perancis. Beberapa negara lainnya yang pernah menganut
monarki absolut adalah Brunei Darussalam, Arab Saudi, dan
Swaziland (Sebuah negara kecil di selatan Afrika).
Monarki Konstitusional
Monarki Konstitusional merupakan bentuk pemerintahan suatu
negara yang dipimpin oleh seorang raja, namun kekuasaan
raja dibatasi oleh undang-undang dasar (konstitusi). Contoh
negara yang pernah menganut monarki konstitusional adalah
Jepang, Denmark, Belanda, Inggris, Thailand, Spayol, dan lain-
lain.
Monarki Parlementer
Monarki Parlementer merupakan bentuk pemerintahan suatu
negara yang dipimpin oleh seorang raja, namun kekuasaan
yang tertinggi berada di tangan parlemen (DPR). Contoh
negara yang pernah menganut monarki parlementer adalah
Belanda, Inggris, dan Malaysia.
2. Republik
Selain bentuk pemerintahan Monarki, bentuk-bentuk
pemerintahan modern juga melahirkan bentuk pemerintahan
Republik. Sama dengan pemerintahan Monarki, pemerintahan
Republik juga digolongkan menjadi beberapa bagian. Berikut
ini adalah bentuk-bentuk pemerintahan Republik.
Republik Absolut
Republik Absolut merupakan sebuah bentuk pemerintahan
otokratis (kekuasaan dipegang satu orang) yang dipimpin oleh
seorang diktator. Tidak ada batasan bagi kekuasaan bagi
pemimpin negara. Pemerintahan seperti ini pernah dijalankan
oleh negara Italia dan Jerman pada masa Perang Dunia II.
Republik Konstitusional
Republik Konstitusional merupakan bentuk pemerintahan yang
dipimpin oleh seorang presiden. Kekuasaan presiden dibatasi
oleh UUD atau konstitusi. Contoh negara yang menganut
republik konstitusional adalah Indonesia dan Amerika Serikat.
Republik Parlementer
Republik Parlementer merupakan bentuk pemerintahan yang
kekuasaannya terbagi, kepala negara dipegang oleh presiden,
sedangkan kepala pemerintahan dipegang oleh seorang
menteri. Contoh negara yang menganut republik parlementer
adalah India, Pakistan, Israel, Perancis.
3. Emirat
Istilah emirat diambil dari bahasa Arab, yaitu imarah, yang
bentuk jamaknya adalah imarat . Bentuk pemerintahan Emirat
merupakan salah satu dari bentuk-bentuk pemerintahan yang
dianut. Emirat merupakan suatu wilayah yang dipimpin oleh
seorang emir.
Dalam bahasa Arab, istilah emirat dapat merujuk pada
provinsi apa pun dari sebuah negara yang diperintah oleh
anggota kelompok pemerintah. Penggunaan emirat ini terlihat
pada emirat nama negara Uni Emirat Arab, di mana negara ini
dibagi menjadi tujuh emirat federal yang masing-masing
diperintah oleh seorang emir.
4. Federal atau Federasi
Federasi merupakan bagian dari bentuk-bentuk pemerintahan
yang membagi negaranya menjadi beberapa negara bagian
yang saling bekerja sama dan membentuk negara kesatuan.
Masing-masing negara bagian memiliki beberapa otonomi
khusus dan pemerintahan pusat mengatur beberapa urusan
yang dianggap nasional. Contoh negara yang pernah
menganut bentuk federasi adalah Amerika Serikat, Australia,
Kanada, India, dan sebagainya.
5. Negara Kota
Bagian dari bentuk-bentuk pemerintahan ini merupakan istilah
untuk menyebut sebuah negara yang berbentuk kota dan
mempunyai wilayah kekuasaan, memiliki rakyat, dan
pemerintahan yang berdaulat penuh. Salah satu contoh
negara kota adalah Singapura.

Pos ini dipublikasikan di psht. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s