Rombongan Tamu Pernikahan Diperkosa Beramai-ramai.


Tujuh terdakwa pelaku pemerkosaan dan
perampokan terhadap sejumlah perempuan dijatuhi vonis
hukuman mati oleh sebuah pengadilan di Afghanistan.
Menurut keterangan polisi, para pelaku, sebagian mengenakan
seragam polisi, sebagian membawa senjata otomatis,
menyetop serombongan perempuan yang baru saja kembali
dari sebuah acara pernikahan. Empat perempuan dipaksa
turun dari kendaraan dan diseret ke sebuah ladang tak jauh
dari lokasi. Di tempat itulah, keempatnya dilecehkan beramai-
ramai.
Para pelaku juga memukuli dan merampok perempuan-
perempuan malang tersebut. Bahkan, salah satunya sampai
mengandung akibat aksi pemerkosaan yang dialaminya.
Perbuatan biadab itu berlangsung bulan lalu di distrik
Paghman, sebuah tempat yang berada di pinggiran ibu kota
Afghanistan, Kabul.
Dalam pengadilan yang ditayangkan lewat televisi ke seluruh
Afghanistan, Hakim Safihullah Mujadidi memvonis ketujuh
lelaki tersebut atas dakwaan perampokan dan penyerangan
seksual.
“Berdasarkan hukum kriminal, orang-orang ini divonis
hukuman paling berat, yakni hukuman mati,” kata Safihullah di
pengadilan tersebut.
Banyak pihak yang mendesak agar para pelaku yang berusia
19 hingga 35 tahun ini segera dieksekusi. Namun, para pelaku
masih bisa mengajukan banding ke pengadilan yang lebih
tinggi. Sejumlah aktivis hak asasi manusia mengkhawatirkan
lamanya pelaksanaan pengadilan banding tersebut. sumber suara.com

Pos ini dipublikasikan di psht. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s