Dua BUMD Lamongan Disorot: Serap APBD Besar, Kontribusi Tidak jelas


Lamongan—Dua badan usaha milik daerah (BUMD) milik Pemkab Lamongan, yaknii perusahaan daerah (PD) Aneka Usaha Lamongan Jaya (AULJ) dan pabrik pupuk Maharani disorot tajam. Sebab, keduanya telah menyerap dana APBD cukup besar, tapi kontribusi untuk pendapatan asli daerah (PAD) sangat minim.

“Perlu dilakukan kajian secara utuh dan komprehensif menyangkut eksistensi PD AULJ sebagai BUMD karena belum memberi kontribusi positif terhadap pendapatan daerah, bahkan menjadi beban dan masalah bagi APBD,” kata Ketua FDK DPRD Lamongan, Hendra Suwardana, kemarin (29/11).

Menurut dia, salah satu bentuk beban daerah atas keberadaan PD AULJ adalah tidak jelasnya proyek pembelian barang bekas/besi tua di Kalimantan senilai Rp 800 juta. “Kalau memang bermasalah, sebaiknya diserahkan kepada pihak yang berwajib untuk diusut dalam rangka menyelamatkan keuangan daerah yang notabene juga keuangan negara,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua FPG Kacung. Menurut dia, PD AULJ telah menelan modal Rp 3 miliar dari APBD yang diberikan Pemkab Lamongan sesuai ketentuan perda. Namun, kontribusinya untuk PAD selalu statis dari tahun ke tahun, yakni hanya mampu memberi masukan Rp 155 juta setiap tahun. “Modal yang diserap tidak sebanding dengan pemasukannya untuk PAD,” tukasnya.

Tidak hanya PD AULJ, lanjut Kacung, keberadaan pabrik pupuk organik Maharani juga patut dipertanyakan. Sejak berdiri pada 2002 dengan modal dari APBD sebesar Rp 1,15 miliar, hingga sekarang belum memberikan kontribusi yang signifikan kepada PAD.

Menurut dia, berdirinya pabrik pupuk tersebut sebenarnya sangat positif sebagai produk unggulan daerah, karena berguna mengatasi pemberantasan eceng gondok (bahan dasar pupuk dari eceng gondok) sekaligus mendorong keunggulan di bidang pertanian dan pendapatan daerah. “Nyatanya, sampai saat ini hasilnya belum memenuhi harapan.”

Kabag BUMD Pemkab Lamongan Nur Anshar belum bisa dikonfirmasi terkait penilaian negatif dari kedua fraksi tersebut. Ketika dihubungi melalui ponsel-nya dalam kondisi aktif tetapi tidak diangkat. (feb)

Sumber: jawapos.com, Senin, 30 November 2009
Sumber Foto: media.vivanews.com

Pos ini dipublikasikan di psht. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s