Tata Cara Umroh


Bagaimana Tata Cara Umroh?

Profil Tata Cara Umroh Bila berangkat dari Madinah :

  1. Menuju tempat miqat (tempat mulai niat umroh dan berpakaian ihram) di Bir Ali. Namun boleh juga sejak di Madinah mulai memakai pakaian ihrom, tetapi niatnya tetap dimulai di Bir Ali. Setelah berganti pakaian, shalat sunnah ihram 2 rakaat. Niat umroh : “Labbaikallohumma umrotan”. (“Saya penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk melaksanakan umroh”)
  2.  Sejak memakai pakaian ihrom, tidak boleh menggunakan wangi-wangian, mandi memakai sabun, sikat gigi pakai odol, memakai peci atau pakaian lain, dan berhubungan suami istri.
  3.  Sepanjang perjalanan menuju ke Makkah, membaca kalimat talbiyah sebanyak-banyaknya : “Labbaikallohumma labbaik. Labbaika la syarikalaka labaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulk, la syarikalak”. (“Saya penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian dan kenikmatan adalah milik-Mu dan juga kerajaan, tidak ada sekutu bagi-Mu”)
  4.  Sesampai di Masjidil Haram, tawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali. – Putaran 1-3 berlari-lari kecil. – Putaran 4-7 berjalan biasa. – Tempat awal mulai tawaf : garis lurus (tapi garisnya tidak ada) antara pintu Ka’bah dan tanda lampu yang di pasang di sisi masjid. – Pada batas ini, sambil melihat ke Ka’bah, kita melambaikan tangan 3 kali sambil mengucapkan : “Bismillah, Allahu Akbar”. – Sepanjang tawaf membaca do’a. Untuk mudahnya bisa membaca do’a sapu jagad : “Rabbana atina fiddun-ya hasanah, wafil akhirati hasanah waqina adzabannar”.
  5.  Shalat 2 rakaat di depan makam Ibrahim.
  6.   Minum air zam-zam. Sebelumnya berdoa terlebih dahulu.
  7. 7. Sa’i antara Shofa dan Marwa, 7 kali bolak balik. – Cara menghitungnya : dari Shofa ke Marwa 1, Marwa ke Shofa 2, dan seterusnya, berakhir di Marwa. – Sai dilakukan dengan berjalan, tapi pada batas antara 2 lampu, berlari-lari kecil.
  8.  Cukur rambut. – Boleh cukur sebagian. – Lebih afdhol, cukur semua. (Biasanya, saat sampai di Marwa pada putaran terakhir, cukur sebagian dulu tanda selesai umroh. Pada saat keluar masjid, ketemu tukang cukur, baru cukur semua). Alhamdulillah, selesai. Bila sudah berada di Makkah, maka salah satu tempat miqatnya bisa di Tan’im. Jadi ke Tan’im dulu untuk niat ihram, baru ke Masjidil Haram untuk thawaf, dan seterusnya seperti di atas. Catatan : – Kita boleh melakukan umroh untuk orang yang sudah meninggal. Alhamdulillah, saya mengumrohkan ayahanda Jayusman Jamin dan bapak mertua Usman Taba yang telah meninggal dunia. Jadi, saya melakukan tiga kali umroh. Banyak teman serombongan yang melakukan umroh lebih dari tiga kali. Sehari bisa dua kali umroh. Ini disebabkan ibadah umroh relatif enteng pelaksanaannya
Pos ini dipublikasikan di ARTIKEL. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s