Bancakan ‘ Kue APBN ‘ Lewat Banggar DPR


RIMANEWS, YOGYAKARTA – Badan Anggaran DPR ditengarai banyak kalangan menjadi salah satu ‘mesin ATM‘ partai politik. Kebanyakan parpol menempatkan bendahara atau wakil bendaharanya duduk di ‘ lahan subur ‘ Badan Anggaran DPR. Pasalnya, bendahara partai dan wakilnya pasti ditempatkan di Badan Anggaran DPR, dengan tujuan untuk memutar pemasukan dana bagi parpol yang bersangkutan.

Bebarapa hari lalu KPK telah memanggil jajaran pimpinan Banggar DPR untuk dimintai keterangan seputar penyelewengan yang sering terjadi di Banggar terkait beberapa kasus karupsi seperti di Kemenpora dan Kemenakertrans.

Kalangan pengamat dan LSM melihat penyelewengan di Banggar ini sulit dipungkiri sebagai mesin ATM parpol atau pun pribadi pelaku. Bahkan dalam kebanyakan kasus,  modus yang terjadi adalah adanya kolaborasi antara pihak Legislatif dan Eksekutif untuk melahap bersama bancakan ‘kue APBN’ lewat Banggar DPR dengan pola klasik-konvensional TST ( Tau Sama Tau ) bagi-bagi hasil.

” Partai politik jelas terlibat dalam penyalahgunaan anggaran. Bersama dengan birokrasi, kader-kader parpol yang ada di DPR ikut menyalahgunakan APBN tersebut dengan berbagai cara seperti mark-up anggaran, penentuan peruntukan anggaran, maupun dalam melaksanakan fungsinya sebagai pengawas maupun budgeter di DPR,” ujar Uchok SK ( Fitra) dalam sebuah keterangan pers , di Jakarta. Lebih lanjut menurut Uchok, semua partai politik menempatkan mesin pencari uangnya di Badan Anggaran DPR. seperti bendahara umum maupun wakil bendahara umum.

Nama-nama seperti Wakil Bendahara Umum Partai Demokrat, Mirwan Amir, Bendahara Umum PDIP. Oily Dondokambei; Wakil Bendahara Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo. Bendahara Umum PKB, Bahrudin Nasori; Bendahara Umum PPP, Muhammad Yunus; politisi senior PKS. Tamsil Linrung, yang meskipun bukan bendahara namun dikenai sebagai mesin uang. “Dan juga nama-nama lain dari  semua fraksi yang ada di DPR.” tutur Uchok.

Sementara itu, Peneliti dari Indonesia Corruption Watch (ICW), Apung Widadi, mengingatkan, sepak terjang bekas bendahara umum. Partai Demokrat M Nazaruddin dalam mendapatkan proyek APBN bernilai miliaran rupiah, dapat dijadikan contoh elite politik yang sengaja ditempatkan parpol di Badan Anggaran DPR. Menurut Apung, kebanyakan anggota Badan Anggara kalau bukan bendahara umum, ya wakil bendahara umum. Keduanya memiliki tugas yang sama di partai, yaitu menimbun pundi-pundi uang sebanyak-banyaknya.

Senada juga disampaikan oleh Abdul Gaffar Karim, Dosen JIPP Fisipol UGM, bahwa sudah menjadi rahasia umum jika para parpol selalu menempatkan orang-orangnya baik di Legislatif maupun Eksekutif untuk mencari pemasukan dana bagi parpolnya, “  Bagi banyak orang, tak ada keraguan lagi bahwa bagi-bagi kuasa antara parpol-parpol koalisi ternyata cuma bagi-bagi mesin ATM di kementerian. Parpol-parpol ini berlomba menjadikan kementerian yang mereka kuasai sebagai sumber pemasukkan pundi-pundi uang parpol “.

Pasalnya sejauh ini bila ada pembahasan anggaran di Banggar DPR  selalu tertutup dan minim transparansi. Jadi  wajar  jika banyak terjadi  kongkalikong  untuk menggasak  ‘kue APBN’ diantara Legislatif dan Eksekutif  seperti yang  sedang aktual terjadi sekarang ini ( kasus suap Kemenakertrans dan Kemenpora ).

Sudah waktunya KPK dilibatkan dalam setiap pembahasan anggaran di Banggar DPR agar tidak terus meroyak perkorupsian lewat badan tersebut yang telah merugikan Negara milyaran atau bahkan trilyunan  rupiah. KPK harus  jeli, cermat,  berani dan tegas mengusut setiap potensi dan kasus korupsi yang terjadi lewat Banggar DPR.  Pemeriksaan anggota Banggar yang bermasalah harus dilakukan. Dan jangan ragu jika terbukti  ‘merampok APBN’  mereka harus dijebloskan ke penjara untuk mengembalikan kepercayaan publik  kepada  penyelenggara Negara yang akhir-akhir ini semakin kronis kondisinya  alias  S.O.S.  ( mr. heal ).

Pos ini dipublikasikan di psht. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s