MATA-MATA INGGRIS BAG 2


Pada bagian kali pembaca akan diajak membaca bagaimana program-program Inggris lewat laporan MR Hempher setelah melakukan tugas menjadi mata-mata dalam sejarah Islam di tanah arab dan akhirnya menggunakan Muhammad bin Abdil Wahab sebagai alat yang tepat untuk melaksanakan tugas ini
BAGIAN KE ENAM
Tidak lama tinggal di Bagdad, kemudian saya menerima pesan yang menyuruh saya untuk kembali ke London, kota yang telah saya tinggalkan. Di London saya berbincang-bincang dengan Sekretaris dan sejumlah pejabat kementrian. Saya ceritakan kepada mereka seluruh aktivitas penelitian saya dalam misi panjang di Negeri orang. Mereka cukup puas dengan informasi yang saya berikan mengenai situasi dan kondisi Iraq. Disisi lain Safiyah, teman wanita Muhammad Annajd juga mengirimkan satu laporan yang isinya sama persis dengan apa yang saya laporkan. Saya baru saja mengetahui bahwa seluruh misi yang jalankan itu dibuntuti oleh seseorang utusan dari kementrian. Orang ini juga mengirimkan laporan yang berbarengan dengan laporan yang saya kirim dan isinya sama dengan cerita yang telah saya sampaikan pada Sekretaris.
Sekretaris menyuruh saya untuk menemui Mentri. Saat saya menghadap, dia menunjukkan satu sikap sepertinya saya belum pernah melaporkan kedatangan saya dulu dari Istambul. Saya melihat bahwa sekarang mendapat tempat yang istimewa di hatinya.
Mentri sangat senang setelah mengetahui bahwa saya telah mendapatkan Muhammad Annajd. Katanya, “Dia adalah satu senjata yang dicari Kementrian kita. Berilah janji-janji kepadanya. Adalah itu lebih baik waktu yang Anda luangkan bersamanya digunakan untuk mendoktrin dia.
Ketika saya katakan saya khawatir akan kondisi Muhammad Annajd yang boleh jadi mengubah haluan pemikirannya. Mentri mengatakan, “Jangan khawatir. Dia tetap pada pendiriannya saat Anda meninggalkannya. Agen rahasia kementrian kita bertemu dia di Isfahan dan memberikan laporannya kepada kementrian kita bahwa Muhammad Annajd tetap pada pendiriannya. “Saya menanyakan pada diri saya sendiri, “Bagaimana mungkin Muhammad Annajd menyingkap semua rahasia itu pada orang lain, orang yang belum dia kenal betul?” Saya tidak berani menanyakan perihal ini kepada mentri. Baru setelah saya bertemu Muhammad Annajd berikutnya, saya mengetahui bahwa di I-s-f-a-h-a-n ada seseorang yang bernama “A-b-d-u-l K-a-r-i-m” bertemu dia dan menemukan rahasia tersebut karena adanya kata-kata, “Saya saudara Muhammad (maksudnya saya, H-e-m-p-h-er). Muhammad Anajd menceritakan kepada saya bahwa dia kenal dekat dengan kamu.”
Muhammad Annajd mengatakan pada saya, “S-a-f-i-y-a-h pergi bersama saya ke Isfahan dengan status nikah mut’ah selama lebih dari dua bulan. Abdul Karim menemani saya pergi ke S-y-i-r-a-z dan mempertemukan saya dengan seorang wanita yang bernama A-s-i-y-a-h, yang lebih cantik dan menarik dari pada Safiyah. Dengan nikah bersama wanita itu saya benar-benar menikmati saat paling menyenangkan.”
Berikutnya saya tahu bahwa Abdul Karim adalah seorang agen rahasia Kristen yang menetap di Isfahan distrik J-e-l-f-a yang bekerja pada kementrian. Sedang Asiyah, seorang Yahudi yang tinggal di Syiraz, adalah agen rahasia lain dari kementrian. Empat dari kami mengkoordinasi jalan untuk membidik Muhammad Annajd menuju satu kondisi yang sedemikian rupa yang di masa mendatang akan melakukan sesuatu yang kami inginkan melalui jalan yang tepat.
Saat saya mengaitkan peristiwa-peristiwa di atas di hadapan Mentri, Sekretaris, dan dua anggota dari Kementrian yang tidak saya kenal, Mentri berkata kepadaku, “Kamu berhak mendapat hadiah terbesar dari Kementrian. Karena kamu masuk daftar terbaik di antara sekian agen rahasia terpenting dari Kementrian. Sekretaris akan memberikan sejumlah rahasia negara yang nantinya akan banyak membantu misi yang kamu jalankan.”
Habis itu Kementrian memberikan cuti kepada saya selama sepuluh hari, di mana saya dapat menjenguk famili. Segera setelah saya pulang, saya luangkan kesempatan yang bagus ini bersama anakku, yang sangat mirip dengan aku. Anakku sudah sedikit bisa  mengucapkan beberapa kata dan sudah bisa berjalan, di mana saya melihatnya begitu senang sehingga rasanya anakku itu merupakan bagian dari diriku sendiri. Sepuluh hari cuti itu benar-benar sangat membawa kebahagiaan besar bagi saya. Saya benar-benar merasakan merasakan seakan-akan terbang ke angkasa karena sangking senangnya. Saat-saat demikian merupakan kebahagiaan besar bisa kembali pulang, bercanda ria bersama keluarga. Selama cuti sepuluh hari tersebut saya sempat bertandang ke rumah tante, yang sangat mencintai saya. Tentu sangat bijak bagi saya untuk bertandang ke rumahnya. Namun sayang, dia meninggal dunia setelah keberangkatan saya dalam misi ketiga. Sangat berduka saya saat itu.
Cuti sepuluh hari berjalan begitu cepat serasa se jam saja. Bila saja hari-hari yang penuh ceria itu berjalan begitu cepat, hari-hari duka serasa seperti berabad-abad. Masih ingat saat saya mengalami sakit yang cukup serius di Najaf. Rasanya bertahun-tahun saat itu.
Saat saya mau menghadap Kementrian untuk menerima perintah selanjutnya, saya bertemu dengan sekretaris dengan wajah berseri-seri, ceria serta menyenangkan. Dia langsung menjabat tanganku, menyambut kedatanganku dengan sambutan yang hangat dan dengan penuh keramahan. Dia mengatakan pada saya, “Demi perintah mentri dan komite yang membiayai urusan kolonial, saya akan mengungkap dua rahasia negara untuk kamu. Yang pasti kamu nanti akan banyak bisa mengambil manfaat dari rahasia tersebut. Tak seorangpun bisa mengetahui rahasia itu kecuali orang-orang yang memang benar-benar bisa menerima kepercayaan.”
Sambil menggandeng tanganku, sekretaris membawa saya ke sebuah ruangan Kementrian. Di dalam ruangan tersebut saya menemui orang-orang yang cukup menarik perhatian saya. S-e-p-u-l-u-h orang duduk mengelilingi meja bundar. Orang p-e-r-t-a-m-a menyamar sebagai khalifah Turki Usmani dengan segala atribut yang dipakainya. Tentunya sudah menguasai bahasa Turki, bahasa kekhilafahan Utsmani dan Inggris karena memang bahasanya sendiri. Yang k-e-d-u-a mirip seperti Syaikhul Islam di Istambul, baik dari pakaian, cara bicara maupun sikapnya. Yang ke t-i-g-a memakai pakaian serta atribut seperti atribut yang dipakai Syah Iran. Yang ke-e-m-p-a-t menyamar sebagai Perdana Mentri di Istana Iran. Sedang yang ke-l-i-m-a menyamar seperti Ulama besar Syi’ah di Najaf. Tiga orang terakhir ini menguasai bahasa Inggris dan Persi. Setiap satu dari lima orang ini mempunyai asisten yang duduk di samping mereka dan menulis apa saja yang ingin mereka sampaikan. Asisten-asisten ini memberikan informasi yang diperlukan oleh lima orang ini dengan mencari tahu secara pasti atas tipe-tipe mereka di Istambul, Iran dan Najaf.
Sekretaris berkata, “Lima orang ini mewakili lima orang tipe yang ada di sana. Untuk mengetahui tipe pemikiran orang di sana, kami telah mendidik dan melatih orang-orang ini dan persis sama dengan tipe, gaya, dan sikap serta pemikiran orang di sana. Kami telah mendalami informasi yang kami dapat tentang keaslian mereka di sana, Istambul, Teheran dan Najaf terhadap orang-orang ini. Dan dalam hal ini lima orang ini, menyerupakan diri, membayangkan diri mereka menjadi orang-orang asli daerah tersebut. Kami juga telah melakukan gladi bersih terhadap hasil penyamaran ini. Kami berani menjamin bahwa penyamaran ini tujuh puluh persen sesuai dengan tipe kondisi orang yang ada di sana.
“Jika perlu, Anda boleh memberikan penilaian dengan mengajukan pertanyaan terhadap mereka. Anda sendiri telah bertemu Ulama besar Syi’ah di Najaf dan menanyakan sejumlah pertanyaan.” Saya mengiakan kata-kata sekretaris tersebut karena memang benar bahwa saya  bertemu dengan Ulama besar Syi’ah di Najaf. Saya mengambil sejumlah pertanyaan yang pernah kuajukan kepada Ulama di Najaf dan kemudian saya ajukan kepada orang yang menyamar sebagai U-l-a-m-a Najaf tersebut, “Guru, bolehkan kita mengadakan perlawanan terhadap pemerintah karena alasan pemerintahan tersebut Sunni dan karena mereka itu fanatik?” Dia berfikir sejenak dan kemudian menjawab, “Tidak, tidak boleh kita mengadakan perlawanan terhadap pemerintah hanya karena alasan mereka itu Sunni. Semua orang Islam itu bersaudara. Kita boleh bangkit berperang melawan mereka hanya jika mereka melakukaan kezaliman, penganiayaan serta penindasan terhadap Umat Islam. Dan bahkan dalam hal ini kita mesti mengacu pada prinsip Amar ma’ruf dan Nahyi mungkar. Kita harus mengadakan gencatan senjata segera setelah mereka berhenti melakukan penindasan.”
Saya bertanya lagi, “Guru, bolehkah saya tahu akan pendapat bapak tentang apakah benar bahwa orang Yahudi dan Kristen itu curang?” Dia menjawab, “Ya, mereka curang,” dia meneruskan kata-katanya, “Perlu bagi kita untuk menjauhi mereka semua.” Ketika saya tanyakan alasannya, dia menjawab, “Hal yang demikian ini dilakukan adalah sebagai pembalasan atas penghinaan mereka. Mereka mencap kita sebagai orang kafir dan mengingkari Nabi kita Muhammad. Karena itu, kita mengadakan pembalasan atas sikap mereka.” Saya menanyakan permasalahan lain dengan mengatakan, “Guru, bukankah kebersihan itu termasuk sebagian dari iman? Kendati pada kenyataan jalan utama dan jalan-jalan di sekitar Sahnis-Syarief(1) tidak terjaga kebersihannya.
—————–
(1) Tempat  di sekitar makam Ali bin Abu Thalib.

Bahkan sekolah, tempat mereka belajar, tidak memenuhi sebagai dikatakan bersih.” Dia menjawab, “Ya, itu benar adanya bahwa kebersihan itu sebagian dari iman, walaupun orang Syi’ah sendiri banyak yang kurang memperhatikan soal kebersihan.”

Benar-benar menakjubkan, jawaban-jawaban yang diberikan anak buah Kementrian yang ada dalam ruangan tersebut benar-benar sesuai dengan jawaban-jawaban yang telah saya terima dari Ulama Syi’ah di Najaf. Keakuratan sikap, pemikiran, dan identitas yang benar-benar persis ini, yaitu antara orang dari Kementrian dan Ulama di Najaf sangat membuat saya terheran-heran. Selain itu, orang ini pinter bahasa Persi.
Sekretaris mengatakan, “Jika Anda menemukan tipe lain yang belum dimiliki oleh empat orang lain, Anda bisa berbincang-bincang dengan orang-orang ini, dan untuk memberikan contoh bagaimana tipe kepribadiannya, lalu perlu ditest agar orang-orang ini benar-benar bisa menyamarkan diri dengan tipe kepribadian orang asli di sana. Ketika saya katakan, “Saya kenal betul bagaimana cara berpikir Syaikhul Islam di Istambul. Karena guru saya Ahmad Efendi memberikan keterangan yang cukup jelas gambaran- gambaran Syaikhul Islam kepada saya.” Kata sekretaris, “Kalau begitu Anda bisa berembuk dengan orang dari Kementerian tersebut dan mendiskusikan bagaimana baiknya.”
Saya mendekat dan bertanya kepada model yang menjadi S-y-a-i-k-h-u-l Islam, begini,. “Apakah merupakan kewajiban untuk mentaati Khalifah?” “Ya, hal itu wajib,” jawabnya. “Apakah itu wajib mentaati Allah dan Nabi?” Ketika saya menanyakan dalil yang mendasari akan keharusan menaati Allah dan Nabi ini, dia menjawab, “Tidakkah anda pernah mendengar ayat Al-Qur’an yang menyatakan, “Taatilah kamu sekalian terhadap Allah, Rasul-Nya dan Ulil amri di antara kamu sekalian.”
————-(1) Surat Annisa, ayat: 59
Saya katakan, “Apakah ini berarti Allah menyuruh kita untuk taat kepada Khalifah Yazid, yang memberi perintah kepada prajuritnya untuk menyerang penduduk Kota Madinah dan membunuh cucu Muhammad dan juga Walid yang hobi meneguk minuman keras?”
Jawabannya begini: “Anakku! Yazid adalah Amirul mu’minin atas izin Allah. Dia tidak mengeluarkan perintah untuk membunuh Husain, cucu Nabi. Jangan percaya kebohongan orang-orang Syi’ah! Bacalah buku sejarah dengan benar! Dia memang pernah berbuat salah. Tapi kemudian dia bertobat, minta ampunan Allah atas kesalahannya. Memang benar Yazid memerintahkan untuk menyerang penduduk Madinah. Karena penduduk tidak mau patuh dan tidak bisa dikendalikan. Sedang masalah khalifah Walid ya, memang dia itu berdosa. Dalam hal minum minuman keras. Kita tidak wajib mengikuti apa yang diperbuat, tapi mematuhi perintahnya dengan tuntutan syari’ah itu tetap wajib.” Saya telah menanyakan pertanyaan yang sama ini kepada guru saya Muhammad Efendi dan jawaban yang saya terima ini hanya terdapat sedikit perbedaan.
Kemudian saya bertanya kepada sekretaris, “Apa tujuan pokok alasan mempersiapkan model-model orang semacam ini?” Dia menjawab, “Dengan metode semacam ini kita bisa membuat satu perkiraan atau barometer sampai sejauh kapasitas mental khalifah dari kekhilafahan Turki Usmani, Ulama mereka baik itu Sunni maupun Syi’ah. Kita sekarang ini sedang mencari satu barometer yang tepat, yang akan bisa membantu kita untuk menguasai dan menaklukkan mereka.
Contoh sederhana, jika saja anda tahu persis dari arah mana datangnya musuh, tentu Anda akan bisa membuat persiapan yang benar-benar efektif tanpa harus membuang banyak biaya dan tenaga. Segala sesuatu yang sia-sia bisa ditekan sekecil mungkin, dan Anda bisa menempatkan pasukan pada posisi yang tepat sehingga bisa membikin kocar-kacir pertahanan musuh. Berbeda jika Anda tidak mengetahui dari arah mana datangnya serangan musuh, tentu Anda menempatkan pasukan sembarangan di sana sini dan pada akhirnya bertekuk lutut, kalah. Sama saja jika Anda mengetahui secara betul dasar hukum dan dalil-dalil yang membuktikan kebenaran agama yang mereka anut, mazhah yang mereka ikuti, akan memungkinkan Anda bisa menyiapkan dalil-dalil tandingan yang bisa menangkis argumentasi dalil yang mereka pegang dan dengan demikian Anda bisa mengalahkan mereka, juga dengan dasar yang mereka pegangi.”
Sekretaris memberi saya sebuah buku setebal seribu halaman yang berisi tentang hasil dari suatu proyek penelitian yang dilaksanakan oleh lima perwakilan di atas sejumlah tempat atau departemen, seperti kemiliteran, perekonomian, pendidikan dan agama. Sekretaris berkata, “Silakan baca di rumah dan bila sudah selesai, segera kembalikan lagi kepada saya.” Saya bawa buku tersebut kerumah dan saya baca dengan serius, dengan segenap perhatian saya selama masa liburan tiga minggu.
Ternyata buku tersebut isinya benar-benar menakjubkan. Dokumen-dokumen penting dalam buku tersebut yang merupakan hasil kerja keras yang dalam pelaksanaannya banyak mengalami hambatan itu, isinya benar-benar dapat dipertanggung jawabkan. Menurut saya sendiri, informasi yang disampaikan oleh lima perwakilan yang merupakan copi dari tipe orang di Timur Tengah itu tujuh puluh persen sesuai dengan fakta lapangan. Makanya tidak berlebihan jika sekretaris mengeluarkan komentarnya bahwa yang dikatakan oleh lima perwakilan tersebut 70% benar.
Dengan membaca buku tersebut, sekarang percaya diri yang dimiliki negeri saya semakin bertambah besar dan kuat dan mulai saat itu juga saya bisa mengetahui dengan pasti bahwa rencana Pemerintahan Kolonial Inggris dalam usaha untuk meruntuhkan, memporak porandakan, melumpuhkan, dan menghancurkan kekhilafahan Turki Usmani yang direncanakan dalam jangka waktu kurang satu abad tersebut benar-benar telah dipersiapkan dengan matang. Sekretaris juga mengatakan, “Di ruangan yang sama lainnya, kita juga mempunyai ruangan meja bundar serupa yang dimaksudkan untuk negara-negara yang sudah dijajah dan negara-negara yang masuk daftar Waiting list untuk dijajah.”
Ketika saya menanyakan kepada Sekretaris di mana ditemukan orang yang begitu cerdas dan berbakat tersebut, dia menjawab, “Agen rahasia kita di seluruh dunia selalu siap siaga dalam menyiapkan intel yang handal. Sebagaimana Anda melihat sendiri, lima perwakilan yang menjadi model ini benar-benar expert dalam bidang mereka. Bisa diambil pelajaran, jika Anda diberi informasi atau keterangan yang dipunyai oleh orang yang memang punya reputasi, Anda mestinya mempunyai cara berpikir seperti orang tersebut dan kemudian membuat pernyataan ataupun keputusan seperti yang dia buat. Karena Anda sekarang akan mengcopi atau yang akan menjiplak tipe cara berpikir dan sikap pribadinya.”
Sekretaris melanjutkan pembicaraannya dengan mengatakan, “Ya begitulah rahasia pertama dari negara kita yang bisa saya sampaikan pada Anda. Rahasia ke dua akan saya berikan pada Anda nanti bulan depan kalau Anda selesai membaca buku yang saya pinjamkan tadi dan mengembalikannya kepada saya.”
Saya baca buku tersebut bagian demi bagian dari awal hingga akhir, dengan melibatkan seluruh perhatian saya. Buku tersebut bisa menambah pengetahuan saya tentang siapa sesungguhnya pengikut Muhammad tersebut, apa kelemahan mereka, apa kelebihan mereka, apa yang membuat mereka berkuasa, punya kekuatan yang begitu hebat dan bagaimana menempatkan kekuatan mereka itu satu titik yang paling rawan. Titik kelemahan orang Islam sebagaimana yang tertera dalam buku tersebut adalah sebagai berikut:
01. Konflik yang mengakar antara Sunni-Syi’ah, perselisihan antara pejabat dan rakyat, ketidak-akuran Pemerintah Turki dan Pemerintah Iran, percekcokan antar suku dan permusuhan Ulama dengan pemerintahan.
02. Dengan sedikit pengecualian bahwa orang Islam itu tidak disiplin, tidak patuh, dan tidak terpelajar

03. Kekuatan spiritual cukup minim, rendahnya pendidikan, dan tidak mempunyai keseriusan.
04. Mereka benar-benar telah hanyut dengan permasalahan yang berkaitan dengan akhirat, sementara mengabaikan dan tidak memperhatikan urusan-urusan dunia.(1)
(1)    Sesungguhnya apa yang dikatakan “Britsh spy” dalam hal ini tidak benar. Dalam hadits (?) dikatakan, “Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya dan beribadahlah kamu seakan-akan kamu mati besuk.”
05. Fara khalifah adalah diktator yang zalim.
06. Jalan-jalannya tidak nyaman dan pengaturan lalu lintas acak-acakan.
07. Tidak ada tindakan pencegahan yang diambil penyakit menular yang mewabah seperti kolera, yang bisa mematikan ribuan rakyat kecil setiap tahunnya, serta kebersihan air tidak dijaga.
08. Pengaturan tata kota kurang dan tidak ada pelayanan air bersih untuk minum.
09. Tidak ada pasukan yang secara khusus ditugaskan untuk mengatasi para pemberontak dan pengacau. Di sana ada kerancuan hukum, tatanan Al-Qur’an yang mereka banggakan hampir bisa dikatakan tidak terlihat dalam kehidupan mereka.
10. Perekonomian runtuh.
11. Angkatan bersenjata tidak terorganisir secarab rapi, juga tidak punya perlengkapan persenjataan yang memadai, kalaupun ada itu adalah persenjataan dibilang sudah kuno.
12. Terjadi pelanggaran hak-hak para wanita.
14. Lingkungan tidak sehat dan tidak bersih.
Setelah menerangkan tentang kelemahan dan titik rawan yang ada pada orang Islam, kemudian buku tersebut memberikan informasi tentang hakikat Islam yang sesungguhnya.
01. Islam menyuruh bersatu dan melarang perpecahan serta menganjurkan kerja sama. Hal ini telah dinyatakan dalam Al-Qur’an. “Berpeganglah kamu sekalian pada tali Allah dan jangan bercerai-berai.” (1)
02. Islam memerintahkan agar umatnya berpikir dan mengadakan penelitian. Sebagaimana tersebut dalam Qur an: “Berjalanlah kamu di muka bumi. “(2)
(2) Surat Ali Imran; ayat: 107.
03. Islam menyuruh umatnya agar menuntut ilmu. Hal ini dinyatakan dalam hadits yang berbunyi “Menuntut ilmu itu wajib bagi orang muslim dan muslimat.”
04. Islam menganjurkan umatnya untuk bekerja giat dalam urusan dunia, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an: “Dan di antara mereka ada yang berdoa: Tuhanku berilah bagi kami kebaikan di dunia dan akhirat.” (1)
(1)Surat Albaqarah, ayat: 201
05. Dalam setiap permasalahan, Islam memerintahkan untuk mengadakan musyawarah. Hal ini dinyatakan dalam Al-Qur’an: “Sedang urusan mereka diputuskan dengan musya’warah di antara mereka. “(2)
(2) Surat Asyura, ayat: 38
06. Islam memerintahkan untuk membangun jalan. Sebagaimana Al-Qur’an mengatakan: “Berjalanlah kamu sekalian di muka bumi. “(3)
(3) Surat Almulk, ayat:15
07. Orang Islam dituntut agar memperhatikan bidang kesehatan. Hadits meriwayatkan: “llmu itu atas 4 bagian:
(1) Ilmu fiqih untuk menjaga keimanan,
(2) Ilmu kedokteran untuk menjaga kesehatan,
(3) Ilmu nahwu dan shorof untuk menjaga bahasa,
(4) Ilmu astronomi untuk mengetahui waktu.”
08. Islam memerintahkan adanya perkembangan. Sebagaimana tertera dalam Al-Qur’ an: “Allah menciptakan apa-apa yang ada di bumi untuk kamu. “(4)
(4)    Surat Albaqarah, ayat: 29
09. Islam memerintahkan adanya ketertiban dan kerapian. Al-Qur’an menyebutkan: “Dan Kami tumbuhkan segala sesuatu menurut ukurannya. “(1)
(1) Surat Alhijr, ayat:19
10. Islam menyerukan untuk membangun ekonomi yang kuat. Dalam Al hadist (?) disebutkan: “Bekerjalah untuk duniamu seakan kamu hidup selamanya dan beribadahlah untuk akhiratmu seakan kamu mati besuk.”
11. Islam menyuruh umatnya agar membangun kekuatan bersenjata yang kuat. Al-Qur’an menyatakan: “Persiapkanlah kekuatan sebaik mungkin untuk menghadapi mereka. “(2)(2) Surat Al-anfal, ayat: 60
12. Islam menyuruh untuk memperhatikan hak para wanita. Sebagai mana disebutkan dalam Al-Qur’an: “Sebagaimana laki-laki punya hak terhadap para wanita, begitu juga para wanita punya hak terhadap laki-laki.”(3)
(3) Surat Albaqarah ayat: 228
13. Islam sangat memperhatikan terhadap kebersihan. Hal terseb’ut diriwayatkan dalam hadits: “Kebersihan itu adalah sebagian dari iman.”
Selanjutnya dalam buku tersebut menyarankan agar menghancurkan dan sebisa mungkin merusak serta menghilangkan kekuatan yang dimiliki orang Islam. Kekuatan basis penyangga Islam yang mesti dirusak atau dihapuskan tersebut adalah sebagai berikut:
01. Islam tidak mengenal perbedaan ras, bahasa, tradisi, adat, dan kedaerahan.
02. Bunga bank, lintah darat, prostitusi, minuman keras dan katak semuanya itu dilarang dalam Islam.
03. Orang muslim pada dasarnya benar-benar taat terhadap Ulama mereka.
04. Mayoritas orang Sunni bisa menerima keberadaan Khalifah sebagai yang mewakili Nabi. Mereka berpendapat bahwa wajib mentaati khalifah sebagaimana wajibnya mentaati Allah dan Rasul.
05. Jihad atau perang membela Islam adalah wajib.
06. Menurut sebagian orang Syi’ah, semua orang segolongan mereka yaitu Sunni dan non-muslim adalah curang.
07. Semua muslim meyakini bahwa Islam merupakan satu-satunya agama yang benar.
08. Mayoritas muslim yakin bahwa wajib hukumnya meng usir orang Yahudi dan Kristen dari Semenanjung Arab.
09. Mereka benar-benar serius dalam melaksanakan ibadah.
10. Orang Syi’ah yakin bahwa haram hukumnya membangun gereja di negara-negara Islam.
11. Orang Islam rata-rata berpegang kuat terhadap prinsip keimanan mereka.
12. Menurut Syi’ah wajib memberikan seperlima humus, harta yang diperoleh dari rampasan perang kepada Ulama.
13. Muslim sangat memperhatikan pendidikan anak-anak mereka, sehingga mereka tidak mungkin meninggalkan cara hidup yang ditempuh orang tua mereka.
14. Wanita muslim memakai jilbab yang menutupi badan mereka, sehingga sulit bagi orang yang punya niat jahat terhadap mereka.
15. Muslim mayoritas melaksanakan shalat secara berjama’ah, yang bisa membawa kebersamaan lima kali dalam sehari.
16. Karena menurut mereka makam Rasul dan makam Ali itu tempat yang keramat, mereka berziarah ke tempat-tempat ini.
17. Ada sejumlah orang yang merupakan keturunan Nabi Muhammad, yang bemama Sayid dan Syarief, yang mengingatkan muslim terhadap Nabi dan ini akan tetap hadir dalam ingatan muslim.
18. Saat muslim berada dalam satu perkumpulan, para mubalig selalu membarui iman dan menyuruh mereka untuk menambah ketaqwaan.
19. Wajib bagi setiap muslim untuk ber’amar-ma’ruf dan nahyi-mungkar.
20. Merupakan anjuran untuk menikahi wanita lebih dari satu orang agar bisa menambah populasi umat Islam.
21. Mengajak satu orang untuk masuk Islam itu lebih baik dan lebih bernilai dari pada dunia dan isinya.
22. Hadits mengatakan, “Barang siapa menciptakan suatu kebajikan, maka baginya pahala dan pahala orang yang mengikuti melakukan kebajikan tersebut” Hadits ini sangat terkenal di kalangan umat Islam.
23. Orang Islam menjadikan Al-Qur’an dan Hadits sebagai rujukan umat dalam kehidupan mereka. Mereka meyakinkan betul bahwa hanya berperang pada kedua sumber hukum inilah satu-satunya jalan untuk mencapai surga.
Informasi selanjutnya dari buku setebal seribu halaman tersebut adalah advise untuk merobohkan sikap fanatik orang Islam terhadap prinsip yang mereka pegangi di mana ini merupakan kekuatan penyangga utama Islam juga saran untuk mempopulerkan kelemahan-kelemahan mereka. Ini digambarkan secara jelas dan rinci, sekaligus bagaimana hal ini bisa dilaksanakan secara baik.
Langkah-langkah yang perlu diambil untuk menggiring muslim menuju satu kondisi yang mudah dihancurkan adalah tertulis seperti tersebut di bawah ini.
0l.  Ciptakan konflik dengan memancing rasa permusuhan di antara aliran sekte yang berselisih paham, menciptakan perasaan saling curiga, dan dengan media massa untuk tindak lanjut memperuncing konflik tersebut
02. Kapan saja kondisi memungkinkan, halangi sekolahan dan media massa yang ada serta bakar buku literatur yang mereka punya. Pastikan bahwa anak-anak orang Islam tetap dalam kebodohan dengan menimbulkan fitnah pada pribadi pemuka agama dan kemudian mencegah orang tua muslim dari mengirim anak-anak mereka ke pusat pendidikan agama.
03. Junjung akan pentingnya mendapatkan kenikmatan surga di hadapan mereka dan yakinkan bahwa mereka tidak perlu banyak mengurusi urusan dunia. Perluas kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan tasawuf. Giring mereka agar hanyut dengan persoalan akhirat dengan mendorong mereka untuk aktiv membaca buku-buku yang menganjurkan zuhud, seperti buku “Ihya Ulumuddien” karangan Imam Ghozali, buku “Mesnevi” karangan Maulana dan buku yang sejenis karangan Muhyidin Arabi.(1) (1) Zuhud yang dianjurkan dalam buku-buku tasawuf, tidak berarti mengabaikan urusan dunia. Tapi itu mempunyai makna bahwa orang Islam tidak boleh terlalu mencintai dunia. Dengan kata lain, bekerja mencari nafkaah untuk memenuhi kebutuhan hidup adalah termasuk ibadah yang berpahala.
04. Bujuk para khalifah agar berbuat kezaliman dan dengan hasutan kata-kata seperti ini: Tuan adalah khalifah Tuhan di bumi. Pada sesungguhnya Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Bani Umayah, dan Bani Abasiah, semuanya bisa berkuasa dengan menggunakan kekuatan senjata dan mereka semua bisa berdaulat. Contohnya, Abu Bakar menjadi khalifah atas bantuan Umar dan dengan melalui cara membakar rumah-rumah orang yang tidak mau mentaatinya, seperti rumah Fatimah.(1)
(1) Saat Abu Bakar diangkat menjadi khalifah, salah seorang sahabat, Abu Sufyan datang ke rumah Ali, menawarkan bantuan jika Ali mau menjadi khalifah, tapi itu ditolak oleh Ali.
Dan Umar menjadi khalifah atas dasar keputusan dari Abu Bakar. Utsman, di sisi lain, menjadi khalifah atas surat perinutah dari Umar Sedang Ali, menjadi khalifah dengan dipilih oleh para penyamun. Mu’awiyah menjadi khalifah dengan mengangkat senjata. Kemudian pada zaman Bani Umayah berkuasa, kepemimpinan Islam berubah menjadi warisan yang diberikan secara turun-temurun. Begitu juga halnya dengan Bani Abasiyah. Ini semua merupakan bukti bahwa dalam Islam kekuasaan dibentuk melalui keputusan tunggal, kediktatoran, dan bukan lewat pemilihan.
05. Hapuskan hukum mati dari kitab perundang-undangan. Rintangi, cegah aturan yang menghukum para preman dan perampok. Pastikan bahwa perjalanan tidak bisa memberi kenyamanan bagi musafir dengan cara mempersenjatai para preman dan perampok tersebut.
06. Kita bisa menggiring mereka pada kondisi kehidupan yang tidak sehat, dengan program seperti berikut:
Segala sesuatu itu tergantung pada taqdir Allah. Pengobatan tidak akan mempunyai arti dalam menyembuhkan suatu penyakit. Bukankah telah dinyatakan dalam Al-Qur’an, “Tuhanku yang memberi makan dan minum saya. Dan dialah yang menyembuhkan saya ketika saya sakit. Dan dia sendiri mematikan aku, kemudian menghidupkan kembali(1) (1) Surat Asyura, ayat: 79-80-81
Jadi tidak ada seorang pun mati tanpa kehendak Allah.
07. Ciptakan pernyataan seperti berikut dalam mendorong kezaliman: Islam adalah agama yang amat mengurusi permasalahan ibadah. Urusan negara adalah di luar Islam. Nabi Muhammad dan khalifah penggantinya tidak pernah mengangkat mentri atau menetapkan hukum-hukum kenegaraan.
08. Kemunduran ekonomi adalah konsekwensi logis hasil propaganda tersebut nomor 07. Kita bisa menghentikan pertumbuhan ekonomi dengan menghancurkan kebun, menenggelamkan kapal yang digunakan sebagai alat utama roda perdagangan, membakar pasar, membikin bobol bendungan yang digunakan sebagai irigasi dengan serangan, sehingga pusat lahan pertanian dan industri yang tertinggal tergenang air, yang pada akhirnya mencemari air minum yang dialirkan lewat pipa-pipa.
09. Menggiring para pejabat pemerintahan untuk hobi main perempuan, alkohol, berjudi, korupsi, kolusi, dan penipuan serta mengajari mereka caranya mencuri harta negara untuk kepentingan pribadi. Dorong juga rakyat kecil untuk berbuat demikian dan berilah orang-orang ini hadiah.

Dalam buku tersebut diberikan satu catatan: Agen mata-mata yang melaksanakan tugas ini agar benar-benar waspada dan hati-hati agar semua rahasia ini tidak bocor ke tangan orang luar, yang bisa berakibat fatal, mata-mata bisa saja ditangkap warga muslim.

10. Populerkan macam-macam riba. Karena riba tidak hanya meriutuhkan tatanan ekonomi, tapi lebih dari itu membiasakan orang Islam dan mengabaikan norma aturan Islam. Sekali orang melanggar satu hukum, ini akan mudah baginya untuk cenderung melakukan pelanggaran yang lainnya. Mereka harus diberi pengertian bahwa bunga uang atau riba itu bisa haram hanya jika berlipat. Karena hal itu telah dinyatakan dalam Al-Qur’an: Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda.(1)
(1) Surat Ali Imran, Ayat: 130.
Karena itu, tidak setiap bentuk interest rate (bunga uang) itu haram.

11. Sebarkan sikap terbalik dari warga muslim yaitu, dari menghormati para Ulama menjadi membenci mereka  dengan cara menimpakan fitnah terhadap pribadi Ulama, sehingga umat Islam akan dengan terang-terangan mencaci terhadap tingkah laku yang dilakukan para Ulama, yang padahal itu adalah sandiwara yang kita buat, agar umat menjauhi pemimpin mereka, yaitu para Ulama. Untuk merealisasikan ini kita akan menurunkan beberapa orang yang sudah digodok, dilatih yang bertugas menyamar sebagai ulama. Kemudian pada gilirannya orang-orang kita ini menyerupakan diri dengan sedemikian rupa, sehingga mereka ini benar-benar persis seperti Ulama dilihat dari segala sudut. Berikut, orang-orang ini melakukan satu tindakan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh Ulama. Sehingga orang-orang Islam akan bingung dengan tindakan para Ulama, melihat kondisi yang ada. Dan setiap Ulama akan memendang satu sama lain dalam kecurigaan. Kemudian orang-orang yang menyamar sebagai Ulama, yaitu dari mata-mata kita tadi disusupkan masuk ke sentral pendidikan Al-Azhar, Istambul, Najaf, dan Karbala. Tindakan selanjutnya, kita membuka sekolah-sekolah dan sejumlah universitas dalam rangka menjauhkan muslim dari pemuka mereke, Ulama. Di sekolah-sekolah ini kita didik anak-anak dari Bizantium, Yunani, dan Armenia. Dan menjadikan mereka semua sebagai musuh-musuh orang Islam. Sedang anak-anak orang Islam, kita mesti memasukkan satu pemikiran pada mereka ini dengan satu keyakinan bahwa orang tua mereka adalah orang-orang yang bodoh. Untuk membawa agar anak-anak muslim ini benci terhadap khalifah, ulama, dan pejabat-pejabat pemerintahan mereka sendiri. Kita akan memberi penjelasan secara gamblang apa yang menjadi kesalahan khalifah, ulama, dan pejabat-pejabat mereka, meyakinkan mereka bahwa khalifah, pejabat dan ulama tersebut hanya disibukkan dengan apa yang menjadi hobi mereka. Bersenang-senang dengan para gundik mereka, menyalahgunakan harta rakyat dan tidak lagi memperhatikan bahwa mereka itu adalah penerus Nabi yang mestinya tidak berbuat begitu.
12. Untuk menyebarluaskan fitnah bahwa Islam tidak atau kurang menyukai keberadaan wanita, kita bisa mengambil dasar dan ayat Al-Qur’an itu sendiri yang menyatakan “Allah melebihkan laki-laki atas perempuan,” (1)
(1) Surat Annisa, ayat: 34
dan hadits: “Perempuan adalah sumber kejahatan.”
13. Kotor adalah sebuah akibat kurangnya air. Maka dari itu, kita berusaha sekuat tenaga untuk menghalangi suplai air dengan jumlah yang cukup.
Langkah-langkah yang perlu diambil yang disarankan oleh buku seribu halaman tersebut dalam menghancurkan benteng pertahanan muslim adalah seperti berikut di bawah.
01. Berilah rangsangan seperti membangkitkan jiwa patriotik ras dan nasionalis di antara umat Islam, semisal menarik kembali menarik perhatian mereka terhadap kepahlawanan jaman pra Islam. Munculkan kembali model kepemimpinan Fir’aun saat berkuasa di Mesir, periode Magi di Iran, periode orang Babilonia di Iraq, zaman tirani Attila dan Dzengiz di Turki.
02 Selanjutnya kemungkaran harus dimasyarakatkan baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, seperti minum-nimuman keras, judi, prostitusi atau pelacuran, dan daging babi. Untuk memastikan agar hal tersebut bisa berhasil dengan baik, warga Kristen, Yahudi, penganut leluhur Iran, dan non-muslim dimanfaatkan secara maksimal. Bagi mereka yang bekerja dalam bidang ini harus digaji dengan bayaran yang lebih tinggi dari gaji yang ada di tempat tersebut. Dan tentunya disediakan oleh Kementrian Persemakmuran.
03. Tebarkan kerancuan pengertian di kalangan muslim terhadap apa sesungguhnya jihad. Tanamkan pada mereka bahwa jihad itu merupakan suatu perintah dalam Islam yang bersifat temporer atau sementara, dan untuk saat ini tidak berlaku, sudah usang. Hilangkan satu pendapat yang telah mengakar di penganut Syi’ah bahwa orang Kristen dan Yahudi adalah curang. Untuk meyakinkan bahwa pendapat demikian ini salah, angkat ke permukaan ayat Al-Qur’an yang mengatakan, “Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan orang-orang yang diberi kitab yaitu Yahudi dan Kristen itu halal bagimu, dan makanan kamu juga halal pula bagi mereka,”(1)
(1) Surat Almaidah, ayat : 05
dan tunjukkan pada mereka contoh kongkrit dari sejarah bahwa Nabi Muhammad memperistri seorang wanita Yahudi yang bernama “Shofiyah” dan wanita Kristen yang bernama “Mariya Alqibti” dan isteri Nabi tersebut juga orang-orang yang baik.
05. Tanamkan keyakinan pada mereka orang muslim bahwa apa yang pernah dikatakan Nabi dengan Islam adalah sebuah agama yang sempurna, sehingga pengertian ini bisa mencakup keseluruhan agama baik itu Yahudi, Kristen maupun Islam. Perkokoh keyakinan tersebut dengan alasan dasar berikut: Al-Qur’an itu memberi istilah ‘Muslim’ untuk keseluruhan penganut agama samawi. Contohnya, disebutkan dalam riwayat Nabi Yusuf Alaihissalam pernah mengajukan permohonan terhadap Allah, “Ya Allah, matikan saya dalam keadaan menjadi seorang Muslim,” dan Nabi Ibrahim bersama Ismail ketika sedang berdoa mengatakan, “Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang Muslim (orang yang tunduk patuh) terhadap Mu dan (jadikanlah) anak cucu kami menjadi Muslim (tunduk patuh) kepada Engkau dan tunjukkanlah ke pada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah taubat kami, “(1)
(1) Surat Al Baqarah, ayat: 128.
Dan juga Nabi Ya’kub pernah memberi wejangan terhadap anaknya, “Janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam. “(2)
(2) Surat Al Baqarah, ayat:132.
Itu semua menunjukkan bahwa yang dicakup dalam istilah ‘Islam’ merujuk kesemua agama samawi.
06. Katakanlah kepada mereka berulang-ulang bahwa membangun gereja itu tidak haram. Adalah Nabi Muhammad dan Khalifah penggantinya tidak pernah menghancurkan gereja malah sebaliknya menghargai keberadaan gereja. Dalam Al-qur’an dinyatakan, “Sekiranya saja Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya disebut nama Allah. “(1)
(1) Surat Alhaj, ayat: 40.
Ayat tersebut menunjuk bahwa Islam menghormati tempat-tempat ibadah, bukan mcnghancurkannya, dan Islam menjaga tempat-tempat tersebut dari siapa saja yang bermaksud mau menghancurkan.
07. Kacaukan pengertian tentang hadits yang mengatakan, “Buanglah orang-orang Yahudi dari Semenanjung Arab,” dan hadits “Dua agama tidak akan bisa berjalan bersama-sama di Semenanjung Arab.” Kata”‘Seandainya dua hadits ini memang benar adanya tentu Nabi tidak akan memperisteri orang Yahudi dan Kristen. Juga  tidak akan membuat suatu perjanjian dengan orang Nasrani dari Najran.”
08. Cobalah untuk menghalangi orang-orang Islam dari kegiatan peribadatan mereka dan taburkan kebimbangan tentang manfaat dan kegunaan ibadah dengan mengatakan, “Allah itu tidak membutuhkan ibadah seseorang.” Cegah mereka dari melaksanakan Haji juga dari bentuk-bentuk ibadah lainnya yang membawa mereka menuju kebersamaan.  Demikian juga, cobalah untuk merintangi mereka dari membangun masjid-masjid, makam-makam, sekolah-sekolah, dan perbaikan Ka’bah.
09. Kacaukan pengertian yang ada di kalangan orang-orang Syi’ah tentang hukum seperlima dari harta ghanimah yang diperoleh dari musuh dalam peperangan yang diberikan kepada Ulama dan beri penjelasan bahwa seperlima itu milik harta rampasan yang diambil dan Daarul-Harb. Dan hal tersebut tidak ada kaitannya dengan harta komersial atau perdagangan di mana Ulama dalam hal ini masuk pada golongan fi sabilillah yang berhak penerima zakat yang dikeluarkan dari harta komersial tersebut. Kemudian tambahkan bahwa humus hanya bisa diberikan kepada Nabi atan Khalifah, bukan kepada Ulama karena Ulama sudah diberi perumahan, hewan peternakan dan perkebunan. Karena itu, tidak pada tempatnya untuk memberikan humus kepada Ulama.
10. Masukkan bid’ah ke dalam ajaran Islam dan berikan kritik yang pedas karena Islam adalah agama yang senang melakukan teror. Jelaskan secara tegas bahwa Negara-negara Islam berada dalam kondisi sekarat dan sekarang ini sudah pada posisi akan runtuh. Kemudian lakukan untuk membuat mereka umat Islam keluar dari konsep hukum Islam.

11. Sangat penting! Jauhkan para generasi muda yang dipegangi para orang tua, kemudian asingkan pendidikan generasi tua sebelum mereka. Kita didik generasi muslim tersebut, dan konskwensinya, pada saatnya nanti mereka itu akan benar-benar terpisah dari ajaran pendidikan orang tua mereka. Usahakan bagi mereke agar tidak punya lagi waktu untuk menyentuh yang berkaitan dengan keimanan, ibadah, dan yang membuat mereka dekat dengan para Ulama.

12. Pancinglah para wanitanya untuk bisa membuang jauh-jauh adat menutup aurat. Berilah alasan palsu yang seperti, “Menutup aurat itu bukan merupakan ajaran Islam yang sesungguhnya. Hal itu adalah tradisi yang muncul ke permukaan pada masa pemerintahan Abasiah. Dulunya, orang-orang bisa melihat para isteri Nabi dan wanita-wanita lain ikut serta dalam segala macam kegiatan sosial dalam masyarakat.” Setelah kita bisa menelanjangi para wanita, gadis muslim dari tradisi kebiasaan menutup aurat, ciptakan suatu kegiatan yang memungkinkan para pemuda Islam bisa berkumpul dan menyatu dengan wanita-wanita tersebut, ini akan membuat mereka terdorong untuk menjalin hubungan dan berbuat di luar norma-norma aturan Islam. Inilah cara paling ampuh dan mujarab untuk menjerat pemuda pemudi Islam sebagai jalan untuk meruntuhkan kekuatan penyangga utama Islam. Untuk pertamanya sebagai pioner dalam hal ini peralat wanita non-muslim, dalam jangka waktu tertentu para wanita muslim secara otomatis akan mengikuti budaya pergaulan yang ada dan dekadensi moral barang tentu akan menjadi pemandangan yang umum.
13. Pergunakan setiap ada kesempatan untuk menghentikan mereka melaksanakan shalat secara berjamaah dengan menyebutkan kekurangan para imam masjid, melalui cara mengungkapkan kesalahan para imam masjid. Dan dengan cara memancing perselisihan dan perpecahan di antara para imam dan para jamaah yang selalu mengikuti mereka di belakang saat shalat berjamaah.
14. Tanamkan perasaan skeptis di kalangan umat Islam serta bimbang terhadap yang mana sesungguhnya yang dikatakan Sayyid, yang merupakan keturunan Nabi Muhammad. Campur adukkan para Sayyid yang biasa berpakaian serban hitam dan serban hijau tersebut dengan orang non-Sayyid yang sudah dibuat sedemikian rupa agar bisa membuat bingung umat Islam, sehingga pada gilirannya nanti perlahan tapi pasti, bisa sedikit demi sedikit mengikis respek serta kepercayaan mereka terhadap Sayyid tersebut. Lucuti serban yang merupakan ciri para pemuka Islam dan ciri khas para Sayyid, sehingga dengan demikian bisa mengaburkan silsilah keturunan Nabi Muhammad dan yang ada tidak lagi punya pamor di mata rakyat biasa.
(1) Sayyid Abdul Hakim Arwasi, dalam bukunya yang berjudul, “Ashhabil kiram”, yang beliau tulis di Istambul, Turki mengatakan, “Fatimah, putri Rasulullah, dan keturunannya sampai akhir zaman tetap merupakan Ahlu u bukan muslim yang taat. Menyintai, membantu dengan segenap jiwa dan raga kita serta memperhatikan hak mereka akan bisa menyebabkan mati dalam keadaan beriman. Dulu pernah ada sebuah badan hukum yang secara khusus mengurusi para Sayyid yang berada di Hama, sebuah kota kecil di Siria. Pada masa pemerintahan Kekhalifahan Abbasiyah di Mesir, para keturunan Hassan diberi gelar Sarief dan sudah menjadi keputusan bahwa mereka ini memakai serban putih. Sedang keturunan Husein diberi gelar Sayyid dengan memakai serban hijau. Setiap anak lahir dari dua keturunan ini dicatat di hadapan Jaksa dan disaksikan oleh dua orang. Semenjak rezim Sultan Abdul Majid Khan, Rasyid Pasha, antek Inggris yang menjadi perdana mentri, mencabut badan hukum ini atas saran dari bosnya pemerintah Inggris. Orang muslim biasa yang tidak diketahui silsilahnya dipanggil Sayyid. Para sayyid palsu dari Iran bermunculan di sana-sini. Juga disebutkan dalam buku Fatawa alkhaditsiah bahwa di masa permulaan Islam, mereka yang keturunan Nabi diberi gelar Syarif. Hanya ketika Bani Fatimiyah berkuasa di Mesir keturunan Husain dan Hasan diberi ciri khas tersendiri.
15. Kampanyekan kepada umat Islam bahwa keberadaan bangunan makam yang besar, yang indah dan menara yang ada di sekelilingnya seharusnya dihancurkan, serta diratakan dengan tanah. Dengan satu alasan bahwa bangunan makam yang besar dan dihias seperti itu tidak pernah ada pada zaman Rasulullah. Perbuatan membangun tersebut jelas merupakan bid’ah yang ada dalam Islam. Selain itu, cegahlah setiap muslim yang ingin berziarah ke makam Nabi makam Khalifah dan Ulama dengan mengemukakan kepada mereka bukti-bukti yang meyakinkan bahwa ziarah tersebut bukan merupakan ajaran Islam yang sesungguhnya. Serta putar balikkan fakta yang sebenarnya seperti dengan mengatakan, Sesungguhnya yang benar itu makam Nabi Muhammad berada di dekat makam ibunya, sedang makam Abu Bakar dan Umar berada di sebuah pekuburan yang bernama Baqi. Makam Utsman, khalifah ketiga umat Islam tidak diketahui di mana letaknya. Husain yang merupakan cucu nabi, kepalanya ditanam di Hanana. Sedang jasad cucu Nabi tersebut tidak seorangpun tahu di mana letaknya. Pekuburan yang berada di daerah Kazimiyah yang diyakini orang Syi ‘ah sebagai makam keturunan Nabi yang bernama Syaikh Qasim dan Syaikh Jawwad adalah makam dua khalifah. Satu makam yang berada di kota Tus, yang menurut mayoritas muslim diyakini sebagai makam Syaikh Ali Ridha, itu sesungguhnya hanyalah makam seorang muslim yang bernama Harun. Makam-makam yang ada di kota Sammarah adalah pekuburan Bani Abasiyah, bukan makam Syaikh Hadi, Syaikh Asy’ari dan Syaikh Mahdi, yang disebut-sebut sebagai keturunan Nabi. Semua tindakan membangun makam-makam dan menara-menara tersebut adalah tidak mengikuti ajaran Islam. Oleh karena itu, keberadaannya harus dihilangkan di seluruh wilayah kekuasaan Islam.
16. Katakan kepada mereka bahwa wajib untuk menghancurkan tempat bangunan yang digunakan ritual perkabungan masal oleh muslim Syi’ah dengan alasan hal tersebut merupakan penyimpangan ajaran Islam. Orang-orang harus dihalangi dari ikut menghadiri kegiatan ritual perkabungan masal di tempat tersebut. Jumlah penceramah yang biasa memberikan semangat dalam acara tersebut harus dikurangi. Untuk mendukung tujuan ini bagi penceramah dan yang mempunyai tempat yang digunakan sebagai pusat kegiatan ritual perkabungan masal ini harus ditarik pajak. Hal ini sedikit menghambat jalannya kegiatan. Yang jelas kegiatan yang bersifat membuat mereka menuju kebersamaan harus ditekan atau dikurangi.
17. Dengan menggunakan dalih love of freedom (cinta kebebasan), yakinkan kepada setiap muslim bahwa setiap orang bebas untuk melakukan apa saja yang ia suka. Tidak wajib hukumnya melaksanakan amar-ma’ruf nahyi mungkar atau mengajari prinsip-prinsip Islami. Selain itu tanamkan satu pemikiran bahwa orang Kristen akan tetap berada pada posisi memeluk agama Kristen dan Yahudi begitu juga akan berada pada keimanan mereka dalam beragama Yahudi. Tidak seorangpun bisa mempengaruhi hati orang lain. Urusan hati adalah tergantung pada Tuhan. Kendati sudah diajak masuk Islam seribu kali, kalau Tuhan tak memberi hidayah, hal ini tidak akan bisa terjadi. Dan amar-ma’ruf nahyi-mungkar itu sendiri adalah tugas para ulama dan Khalifah.
18. Untuk menghambat laju pertambahan populasi umat Islam, kelahiran bayi mesti dibatasi dan poligami dilarang. Masalah pernikahan harus tunduk terhadap hukum. Misalnya, harus ada aturan suku bangsa Arab tidak boleh menikahi suku bangsa dari Iran, sebaliknya orang Iran tidak bolel nikah dengan orang Arab juga orang Turki tidak boleh nikah dengan orang Arab.
19. Pastikan untuk menghentikan perambatan dan masuknya orang di luar Islam ke agama Islam. Siarkan sebuah konsep bahwa Islam adalah agama yang hanya dikhususkan untuk suku bangsa Arab saja. Untuk mendukung konsep ini angkat ayat Al-Qur’ an berikut ini, Ini adalah sebuah Dzikir (Islam) untuk kamu dan orang-orang kamu.”
20. Lembaga-lembaga pendidikan yang mengacu kepada pembentukan iman harus dibatasi melalui hukum dan dikurangi, hanya pendidikan dan sekolah negeri yang diizinkan. Orang yang bersifat pribadi atau lembaga swasta harus ditekan agar tidak bisa mendirikan lembaga pendidikan semacam sekolah-sekolah atau pesantren.
21. Munculkan keraguan akan keautentikan Al-Qur’an dan cetak serta publikasikan terjemahan Al-Qur’an yang memuat pembredelan sebagian ayat, penambahan dan penyisipan dan katakan pada orang-orang ini, “Copian Al-Qur’an yang ada sekarang sudah tidak layak lagi untuk dijadikan rujukan. Satu ayat di satu Al- Qur ‘an tidak ada di Al- Qur’an lain. Buanglah ayat-ayat yang memojokkan keberadaan Yahudi, Nasrani, dan non muslim lainnya dan juga ayat yang memuat perintah jihad, amar-ma’ruf nahyi-munkar. Terjemahkan Al-Qur’an ke dalam bahasa lain, seperti ke dalam bahasa Turki, Persi, dan India. Sehingga, dengan cara begini kita bisa mencegah orang di luar Negara Arab mempelajari bahasa Arab. Dan dalam hal adzan, sholat dan do’a usahakan untuk tidak menggunakan bahasa Arab. Demikian juga, orang-orang Islam harus dibuat ragu akan keberadaan hadits-hadits Nabi yang ada. Sejumlah terjemahan, kritik, dan penyisipan sebagaimana yang telah dilakukan terhadap Al-Qur’an bisa diaplikasikan juga terhadap Hadits.
Setelah saya selesai membaca keseluruhan isi buku yang berjudul “How Can We Demolish Islam” (Bagai mana cara kita bisa menghancurkan Islam), saya benar-benar kagum dan terkesan atas isi yang terkandung di dalamnya. Benar-benar hebat. Buku tersebut merupakan yang sangat berharga bagi studi yang akan saya jalankan. Saya mengembalikan buku tersebut kepada sekretaris dan berterima kasih kepadanya. Saya katakan buku tersebut benar-benar sangat membantu misi yang akan saya jalankan. Sekretaris berkata kepada saya, “Pasti sekarang Anda yakin bahwa dalam melaksanakan tugas ini Anda tidak sendirian. Kami telah merekrat tenaga kerja yang cukup banyak dalam melaksanakan satu pekerjaan yang sama, seperti pekerjaan yang akan Anda jalankan. Kementrian kita telah menandatangani lebih dari lima ribu orang dalam menjalankan misi ini. Kementerian memprediksi ada kemungkinan jumlah tersebut akan bertambah dan mencapai seratus ribu orang. Bila kita sudah bisa mencapai jumlah tersebut tadi, dipastikan kita bisa membawa seluruh wilayah kekuasaan Islam ke dalam payung kekuasaan Inggris Raya.”
Beberapa waktu kemudian sekretaris mengatakan, ” Ada berita bagus untukmu! Kementrian kita paling lama membutuhkan waktu satu abad untuk merealisasi program ini. Kita boleh jadi tidak bisa melihat dan menikmati hari-hari yang menyenangkan itu, tapi anak-anak kita yang pasti akan menikmati hari-hari yang menyenangkan tersebut. Betapa indahnya perkataan ini: “Saya telah menikmati apa yang telah orang tua dulu tanam, dan begitu juga sekarang saya sedang menanam untuk dinikamti generasi kami selanjutnya.” Program yang dilaksanakan pemerintah Inggris ini secara tidak langsung telah membuat senang seluruh Umat Nasrani dan telah bisa menyelamatkan mereka semua dari abad kedua belas, yaitu abad kegelapan masyarakat Eropa.”
Selanjutnya sekretaris memberi komentarnya tentang realita sejarah seperti berikut, “Expedisi Pasukan Salib yang berlangsung selama satu abad sama sekali tidak menghasilkan sesuatu yang berarti. Begitu juga apa yang telah dilakukan Pasukan Mongol dari Timur yang dipimpin oleh Jengis Khan, tidak bisa menghancurkan kekuatan Islam. Hal tersebut dikarenakan sistem kerja mereka secara tiba-tiba, tidak sistematis dan tidak kuat mengakar ke tanah. Sehingga dengan begitu kekuatan musuh masih bisa bangkit. Konsekwensinya mereka menjadi kecapekan dalam waktu yang cukup singkat. Tetapi kini para pemegang admimstrasi kita yang sudah expert dalam bidangnya, sedang merobohkan kekuatan utama penyangga Islam memakai taktik planing yang bagus, yang benar-benar disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada dan dengan memerlukan tingkat kesabaran yang tinggi. Kita juga harus menggunakan kekuatan militer, namun harus digunakan pada episode paling akhir. Yaitu setelah kita benar-benar bisa menguasai kekuatan Islam, setelah kita bisa menghalau dan menghadang gerak langkah umat Islam dari segenap penjuru dan membuatnya sama sekali tidak berdaya dan lumpuh, yang tidak pernah akan sembuh dan bangkit melawan kita.”
Kata-kata terakhir yang diucapkan sekretaris begini: “Para agen intelejen tinggi yang telah kita posisikan di Istambul adalah intel yang cerdas dan cekatan. Mereka melaksanakan planing kita secara tepat. Anda tahu apa yang mereke lakukan? Mereka melebur, menyatukan diri dengan masyarakat muslim yang membangun sekolah-sekolah untuk anak-anak mereka. Mereka juga membangun gereja. Mereka benar-benar sukses di dalam memasyarakatkan minuman keras, perjudian, kemesuman, dan membikin mereka menjadi kelompok-kelompok kecil melalui hasutan. Para intel tersebut menanamkan kebimbangan pada generasi muda Islam. Mereka membangkitkan khilafiyah yang memang sudah ada sebelumnya dan membakar mereka agar melawan pemerintah. Mereka menciptakan demonstrasi di mana-mana. Mereka merusak mentalitas pemegang administrasi dan para negarawan dengan menggunakan jebakan wanita yang diberi tugas merayu dan mengajak menikmati surga dunia. Dengan menggunakan pola kerja semacam ini, kekuatan utama ummat Islam hancur dan tentu akan meninggalkan ajaran agama yang selama ini mereka jadikan pedoman. Dan memecah belah persatuan mereka. Setelah hal itu berhasil, saatnya baru menggunakan kekuatan militer.”
(1) Pemerintah Inggris menggunakan dua puluh satu langkah tersebut dalam program menghancurkan dua negara Islam yaitu Kesultanan India dan kekhilafahan Turki Utsmani. Mereka mendirikan aliran-aliran Islam seperti: Wahabi, Qodiyani, Tabligh Jamaat, dan Jamaatul Islamiyah di India. Kemudian dengan mudah mereka menginvasi India, menghancurkan administrasi secara keseluruhan, memenjarakan sultan dan menyembelih dua putranya. Barang-barang yang berharga serta harta benda lainnya yang telah berabad-abad menjadi hak rakyat India dijarah dan dikapalkan ke London. Mereka mengambil batu-batu permata seperti berlian, jamrud, merah delima dan hiasan dinding makam terkenal Taj mahal yang dibangun oleh Sultan Syah Jihan pada tahun 1041 Hijriyah (1631 M) di atas kuburan isterinya, Arjumen Beghum di Aghra, yang dilapisi dengan intan. Sebagaimana kata Allah, “Barang siapa berbuat makar terhadap Allah, maka Allah juga berbuat makar kepada mereka”. Balasan muncul ketika Perang Dunia ke dua pecah. Karena takut diinvasi Jerman, para pastur, pejabat negara dan sejumlah orang serta harta benda yang cukup banyak dikapalkan. Dalam perjalanan menuju Amerika, ranjau diluncurkan dari kapal perang Jerman, Graf Von Spee dan dua kapal penyergap sejenis. Serangan itu mampu menenggelamkan kapal mereka. Keseluruhan awak kapal dan penumpang serta harta benda yang mereka angkut tenggelam masuk ke dasar lautan Atlantik. Setelah Perang Dunia kedua berakhir, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan deklarasi Hak Asasi Manusia (The Human Rights Declaration) yang menolak adanya penjajahan di seluruh dunia. Deklarasi tersebut dikeluarkan di New York. Pemerintah Inggris kehilangan sumber utama pemasukan negara yang sudah mereka nikmati selama berabad-abad. Akhirnya, mereka mencopot gelar Great Britain.
(bersambung)
Pos ini dipublikasikan di ARTIKEL. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s